Apakah Anak Sudah Siap Untuk Toilet Training?.

Toilet training merupakan proses ketika anak belajar untuk buang air kecil (BAK) dan buang air besar (BAB) di toilet selayaknya orang dewasa. Pada tahap ini, anak diajari untuk tidak lagi mengeluarkan urine dan tinja pada popok. Kemampuan memakai toilet juga berguna untuk mengetahui apakah anak Anda tumbuh dan berkembang dengan normal atau tidak.

Umumnya, toilet training diajarkan di usia 18 hingga 24 bulan yaitu ketika anak sudah memiliki kemampuan fisik dan kognitif yang cukup baik. Namun, melakukan toilet training pada anak juga membutuhkan pertimbangan. Pasalnya jika terlalu dini mengajari si kecil toilet training, justru dapat melukai anak karena kandung kemihnya belum kuat. Sebelum usia 12 bulan, anak tidak dapat mengontrol keinginannya untuk buang air dan gerakan ususnya. Namun ketika sudah memasuki usia hampir dua tahun hingga tiga tahun, anak sudah mulai bisa mengontrolnya di saat terjaga. Meskipun kemampuan ini baru dimiliki anak saat memasuki usia lima tahun. Terlalu terlambat diajarkan toilet training juga tidak terlalu baik. Hal ini karena anak yang baru mulai belajar menggunakan toilet di atas usia tiga tahun cenderung lebih sering mengompol hingga usia sekolah.

Untuk mengetahui tanda awal seorang anak siap untuk diberikan toilet training adalah dengan melihat kesiapan fisik dan emosionalnya. Tanda-tanda anak siap secara fisik adalah ketika dia mampu mengontrol keinginan untuk BAK dan BAB. Hal ini jarang terjadi sebelum usia 1 tahun 6 bulan. Anda bisa mengetahui kesiapan fisik ini jika:

  • Anak memperlihatkan ekspresi saat menahan BAK atau BAB.
  • Popok kering saat bangun tidur atau setelah dua jam pemakaian.
  • Tidak BAB di popok saat malam hari.
  • BAB terjadi pada waktu yang sama tiap harinya atau pada waktu yang tidak bisa diprediksi.
  • Anak mampu melepas dan memakai pakaian serta mampu berkomunikasi dengan Anda tentang pemakaian toilet.

Berbeda dengan kesiapan fisik, kesiapan secara emosional butuh waktu yang lama. Berikut ini adalah tanda-tanda anak Anda sudah mencapai kesiapan emosional.

  • Anak akan memberitahu Anda ketika popoknya kotor dan meminta untuk diganti dengan yang baru.
  • Dia lebih memilih memakai celana dalam ketimbang popok.
  • Menunjukkan ketertarikannya ketika Anda memakai kamar mandi.
  • Memberitahu Anda ketika dia ingin buang air.
  • Bersemangat mengikuti semua proses toilet training.

Meski telah menunjukkan kesiapan fisik dan emosional, bukan berarti anak siap diberi toilet training. Ada sebagian anak yang belum siap melakukannya, terutama jika dia berada pada tahap ketika kata ‘tidak’ menjadi respons utamanya untuk tiap permintaan. Langkah terbaik adalah dengan berkonsultasi kepada dokter atau berbagi pengalaman dengan orang tua atau teman yang pernah mengalaminya.

Hindari memaksakan kehendak Anda ketika anak belum siap melakukannya. Hal itu bisa memicu stres yang bisa memperlambat kesiapannya melepas popok. Anda pun akan merasa frustrasi jika memaksa memberikan toilet training pada anak yang belum siap.


sumber:

https://www.alodokter.com/anak-anda-sudah-siap-diberikan-toilet-training

https://lifestyle.kompas.com/read/2013/05/29/09101532/Tandatanda.Anak.Siap.untuk.Toilet.Training


0 Comments

Leave A Comment