Jenis Pola Asuh Dan Dampaknya Bagi Tumbuh Kembang Anak.

??Pengasuhan adalah proses mengajarkan atau mendidik anak tentang nilai dan aturan yang diterima di masyarakat, juga nilai yang akan dikembangkan dalam keluarga. Sehingga, visi misi dan tujuan keluarga menjadi penting. Pola asuh adalah pola interaksi antara orangtua dengan anak yang dipengaruhi beberapa faktor diantaranya pengalaman masa lalu, nilai-nilai yang dianut orangtua, tipe kepribadian orangtua, kehidupan perkawinan orangtua dan alasan orangtua memiliki anak.

Beberapa Pola asuh yang tidak tepat terhadap anak dapat ditunjukkan sebagai penyebab lingkungan yang menghalangi perkembangan kecerdasan pada anak dan kepribadiannya, selain itu kita ketahui bahwa anak mungkin akan merasa minder dengan orang lain atau dengan anak sebayanya, karenanya pola asuh pada anak sangat berpengaruh besar bagi tumbuh kembang anak. Perkembangan dipengaruhi oleh beberapa faktor, di antaranya keturunan / pembawaan dan lingkungan perkembangan. Lingkungan perkembangan salah satunya adalah lingkungan keluarga. Keluarga merupakan unit sosial terkecil yang bersifat universal, artinya terdapat pada setiap masyarakat di dunia atau suatu sistem dimana anak pertama kali merasakan kehidupan setelah dia dilahirkan. Keluarga merupakan pengaruh terpenting dalam kehidupan anak, mereka bergantung pada orangtua dan keluarga untuk melindungi dan memenuhi kebutuhan-kebutuhan dasarnya.

Namun setiap keluarga pastilah berbeda, kita tidak bisa memilih dilahirkan dikeluarga seperti apa karena hal itu sudah ditakdirkan oleh Allah. Apabila dalam suatu keluarga tidak mampu menerapkan atau melaksanakan fungsi keluarga, seperti saling memperhatikan dan mencintai, bersikap terbuka jujur, orang tua mau mendengarkan anak, menerima perasaan, menghargai pendapat anak serta yang lainnya, keluarga tersebut akan mengalami stagnasi atau disfungsi yang pada gilirannya hubungan komunikasi antar keluarga tersebut tidak maksimal. Sehingga hal itu berdampak terhadap perkembangan kepribadian anak.

Pola asuh orang tua juga dipengaruhi oleh beberapa faktor di antaranya pendidikan orang tua, lingkungan, dan budaya. Dalam lingkungan keluarga, anak akan mempelajari dasar-dasar perilaku yang penting bagi kehidupannya kemudian. Karakter yang dipelajari anak pertama kali adalah dia belajar dari perilaku orang tuanya. Keberhasilan pembentukan karakter pada anak salah satunya dipengaruhi oleh model orang tua dalam melaksanakan pola asuh. Beberapa macam pola asuh tersebut terbagi menjadi beberapa macam. Apa saja ya bund? Yuk kita simak yang berikut ini :

 

  1. Pola Asuh Otoriter

Orangtua membatasi dan memberikan hukuman ketika anak melakukan kesalahan yang tidak sesuai dengan kehendak orangtua. Orangtua yang otoriter tidak segan memberikan hukuman yang menyakiti fisik dan psikis, menunjukkan kemarahan kepada anaknya, memaksakan aturan secara kaku tanpa menjelaskannya. Anak yang diasuh oleh pola seperti ini sering kali terlihat kurang bahagia, ketakutan dalam melakukan sesuatu karena takut salah, minder, dan memiliki kemampuan komunikasi yang lemah.

  1. Pola Asuh Permisif

Orangtua tidak pernah berperan dalam kehidupan anak. Anak diberikan kebebasan melakukan apapun tanpa pengawasan dan orangtua mengabaikan tugas inti dalam mengurus anak karena yang difokuskan hanyalah kepentingan orangtua saja. Anak yang diasuh dengan pola ini cenderung melakukan pelanggaran norma, tidak dewasa, memiliki harga diri yang rendah dan terasing dari keluarga.

 

  1. Pola Asuh Demokratis

Orangtua menerapkan aturan dan tuntutan yang jelas serta mendiskusikannya dengan anak. Orangtua mendorong anak untuk mandiri namun orangtua tetap memberikan batasan, kendali dan bimbingan pada tindakan anak. Meski mempertimbangkan perspektif anak, orangtua menggunakan penjelasan dan kekuatan untuk menegaskan standar mereka. Anak yang diasuh dengan pola seperti ini akan terlihat dewasa, mandiri, ceria, bisa mengendalikan dirinya, berorientasi pada prestasi dan bisa mengatasi stres dengan baik

 

  1. Pola Asuh Situasional

Pola asuh ini merupakan campuran dari ketiga pola asuh yang diterapkan secara tidak beraturan. Tidak menutup kemungkinan bahwa orang tua yang menerapkan pola asuh ini tidak tau apa jenis pola asuh yang dipergunakan. Hal ini disebabkan tidak ada patokan khusus yang menjadi dasar bagi orangtua untuk dapat menggunakan pola asuh tertentu. Pola asuh ini disesuaikan dengan kondisi dan situasi yang sedang berlangsung. Anak yang diasuh dengan pola ini akan menjadi pribadi yang tidak dewasa, mudah melakukan pelanggaran karena mereka kurang mampu menyadari sebuah peraturan, dan kesulitan dalam berhubungan baik dengan teman sebaya.

 


Mendidik anak untuk bertumbuh dengan optimal merupakan impian bagi semua orang tua. Pastinya setelah menikah dan diberikan karunia buah hati, kita akan terus belajar bagaimana memberikan pola asuh yang baik, agar kelak anak siap hidup bermasyarakat dengan karakter yang mulia. Menjadi orangtua memanglah tidak mudah karena kita dituntut untuk selalu belajar membersamai anak, bukan seolah menggurui atau memerintah anak. Kita yang sudah dewasa harus bisa menempatkan diri dan memahami bagaimana caranya agar anak bisa merasakan kedekatan dengan orang tua. Sehingga ketika ada suatu permasalahan, hal itu bisa dikomunikasikan dengan baik dan terbuka.

 

Semangat belajar menjadi orangtua terbaik untuk generasi terbaik bunda ^^

Semoga bermanfaat. Barakallahu fiikum ~

?

0 Comments

Leave A Comment