Mendidik Anak Dengan Hukuman Yang Tegas.

??

Keluarga adalah pendidikan anak pertama kali setelah ia lahir ke dunia. Mendidik anak tak bisa asal-asalan atau sekedar naluri saja, namun butuh ilmu yang tersusun dengan baik agar bisa menentukan kurikulum pendidikannya. Mendidik anak menurut Islam perlu diketahui oleh setiap umat muslim. Sebab, cara mendidik anak akan berpengaruh kepada akhlak dan masa depan mereka. Cara terbaik mendidik anak telah diajarkan oleh para tokoh muslim terdahulu, dan para Nabi. Proses tersebut dilakukan dengan berbagai cara sesuai tingkat perkembangan usianya.

Mendidik anak tak cukup hanya dengan bersabar. Ketegasan dalam mendidik anak sangat diperlukan karena berpengaruh besar terhadap sikap dan kebiasaan anak kelak. Terutama pada anak usia dini yang masih dalam tahap belajar dan bermain. Pemahaman mereka belum sesempurna orang dewasa. Anak anak usia dini menyukai kebebasan dalam mengekspresikan perasaannya. Maka, wajar bagi mereka jika masih sering melakukan kesalahan atau bahkan tidak mengetahui apa kesalahannya, karena fase mereka adalah fase bermain dan mengeksplore diri.

Setiap orang tua tentu menyayangi anaknya kan bund? Namun, tidak jarang anak melakukan kesalahan dan saat itulah orang tua harus tegas terhadap mereka. Bersikap tegas harus dilakukan pada waktu dan tempat yang tepat, dengan tetap menghargai perasaan anak. Ketegasan tidak sama dengan kekerasan. Tegas artinya sikap dan tindakan yang menerapkan disiplin. Menegakkan aturan yang berguna bagi tumbuh kembang anak. Dalam hal ini tentu saja ketegasan yang diterapkan haruslah proporsional, disesuaikan dengan tingkat usia dan perkembangan pemahamannya. Nah, seperti apa ya cara didik yang tegas menurut Islam agar mereka dapat memahami kesalahannya? Yuk, simak beberapa hal berikut :


  1. Memperlihatkan wajah masam untuk menunjukkan ketidak sukaan orangtua terhadap kesalahan anak

Dengan demikian sang anak menyadari perubahan raut wajah orangtuanya dan berusaha mengoreksi diri dari kesalahan yang tidak disukai.


  1. Menghajr yaitu mengisolir anak dengan tidak mengajaknya berbicara serta berpaling darinya selama beberapa waktu, dengan catatan tidak boleh dari tiga hari. Karena ada larangan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. 


“Dari Abu Ayyub bahwasanya Rasulullah bersabda,


” Tidak halal bagi seorang muslim menghajr saudaranya lebih dari tiga hari, keduanya saling berpaling ketika bertemu, dan yang terbaik dari keduanya adalah yang memulai mengucapkan salam“[H.R Bukhari dan Muslim]


  1. Perkataan Pedas. Seorang pendidik perlu mengeluarkan kata-kata pedas kepada anak yang melakukan dosa besar, apabila nasehat serta bimbingan sudah tidak berpengaruh lagi.

  2. Menggantungkan Cambuk Di Dinding Rumah. Berdasarkan sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.


 “Gantungkanlah cambuk di tempat yang bisa dilihat oleh anggota keluarga. Sesungguhnya itu akan menjadi pengajaran bagi mereka“.[Hadits yang dihasankan oleh Al Albani dalam Shahihul Jami’


Berkenaan dengan hadis di atas, Ibnu Al Anbari berkata, cambuk tersebut tidak dimaksudkan untuk memukul atau mecambuk mereka (penghuni rumah), sebab Nabi tidak pernah memerintah siapapun untuk memukul dengan cambuk tersebut. Yang Beliau maksudkan adalah janganlah kamu (para orangtua) meninggalkan pengajaran terhadap mereka. 

Adapun sabda Nabi “Sesungguhnya itu akan menjadi pengajaran bagi mereka” , maksudnya cambuk tersebut akan menjadi pendorong bagi mereka untuk berakhlak dengan akhlak mulia dan bertingkah laku terhormat”[Al Manawi menyebutkannya dalam Faidhul Qadiir 4/325]


  1. Pukulan Ringan,

 Pukulan merupakan cara terakhir yang ditempuh jika cara-cara di atas tidak berhasil menyadarkan anak dari kesalahannya. 


Sebagaimana firman Allah yang memuat tahapan sanksi bagi istri yang durhaka kepada suaminya. Allah berfirman.

 “Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka dan pisahkan mereka di tempat mereka serta pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar“. [An Nisaa/4: 34]

Dengan demikian semoga cara mendidik kita sebagai orangtua adalah metode yang terbaik yang sudah diajarkan Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wa sallam. Sehingga anak menjadi pribadi yang tangguh dan patuh terhadap orangtua, serta bisa mengetahui, bagaimana caranya untuk belajar lebih baik dari kesalahan yang pernah dilakukannya. Karena belajar dari kesalahan adalah proses perkembangan diri untuk menjadi seorang yang lebih berkualitas.


Semoga artikel ini bermanfaat ^^

~Barakallahu fiikum~



Sumber : https://almanhaj.or.id/2700-perlukah-hukuman-fisik-bagi-anak.html


?

0 Comments

Leave A Comment